!-- floating twitter Bird --> Dyah Chimin

Kamis, 11 Juli 2013

Nyamuk dan mitos pisang - Intisari Online

Nyamuk dan mitos pisang - Intisari Online

Nyamuk dan mitos pisang - Intisari Online

Nyamuk dan mitos pisang - Intisari Online

1 Tahun 3 Huruf (PHP)

“ 1 Tahun 3 Huruf (PHP) ”

Hay.. perkenalkan nama aku Lisa, usia aku 16 tahun, dan hari ini adalah hari dimana aku akan melakukan pendaftaran sebagai calon siswa baru di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tepatnya di Kota Jakarta yang menurut aku cukup unggulan sih.. sebab rata-rata nilai UN aku cukup memuaskan hehe..
Gak terasa sudah 20 menit berlalu dengan berjalan kaki karena kebetulan jarak yang gak jauh dari rumah akhirnya aku pun sampai di SMAN 1 Jakarta tersebut, walau dengan ekonomi keluarga aku yang akhir ini turun derastis karena perusahaan ayah yang bangkrut, namun karena tahun lalu aku mendapatkan beasiswa jadi aku tidak ragu untuk mendaftar disekolah mahal ini, dan semoga saja aku bisa lulus dan menjadi salah satu siswa disini, hmm..
Antrian panjang dan desak-desakkan membuat aku lelah dan akhirnya giliran aku untuk mendapatkan formulir pendaftaran,.
“Administrasi: ini dek formulirnya !”
“oh ia, makasih kak..”kata Lisa.
“ oh iya dek maaf uang Administrasi pendaftarannya Rp 100.000?”
“ oh iya tunggu sebentar kak, aduh.. dimana yah dompet aku, perasaan tadi aku bawa deh,kayaknya ketinggalan di meja tamu waduh gimana nih,..?”
“ Bisa lebih cepat dek, soalnya masih banyak antrian tuh dibelakang ?”
“ maaf kak? Gimanayah mm.. dompet saya ketinggalan dirumah tadi..”
(Tiba-tiba ada cowok yang melunasi biaya Administrasi Lisa)
“Ini mba uangnya Rp 100.000 kan? saya yang Lunasin, maaf ini adik saya mba,!”
“ oh ia.”
“ ini, formulirnya?”
Kali ini aku cuman bengong mau bilang terima kasih tapi gak sanggup soalnya manis banget.. sumpah deh..,
“ oh, i ia makasih, trus gimana cara bayarnya soalnya dompet aku ketinggalan dirumah tadi??”
“ oh ia kenalin nama aku Rio, kalau soal uang gak perlu diganti kok, oh ia nama kamu siapa?
“Nama aku Delisa , panggil saja Lisa ?”
“ oh ia , Lisa. Mm.. aku pergi duluan yah bye..”
Dengan singkat aku bisa ketemu cowok manis yang bernama Rio, yes..yes yes, gak tau kenapa aku merasa happy banget hehe.. hmm.. sekarang sudah selesai dan aku pun pulang kerumah dengan berjalan kaki lagi.. yaampun , dengan waktu 20 menit akhirnya aku sampai juga dirumah huh.. nih betis bener udah kayak jadi batu berat banget buat angkatnya sampai-sampai ibu suruh masuk aku gak bergerak cuman berdiri didepan pintu doang waduh.. parah, . malam hari aku pun mengisi formulir itu dan terakhir menempelkan pas foto 3x4 yes selesai , dan waktu nya tidur .. have a nice dream!!

Hoamm...
Sinar matahari pagi yang masuk melewati celah jendela kamarku, membuat aku terbangun dan tiba-tiba tersenyum karena masih teringat oleh cowok yang bernama Rio itu, waduh.. kayaknya makin semangat saja, hmm.. kapan ya, bisa ketemu Rio lagi?? Eh.. aku gak mimpikan ketemu Rio.. coba cubit.. adduuuhh sakit , berarti nyata dong wahhh.... hihiks,.., ditengah kegiranganku tiba-tiba ibu memanggil namaku
“Lisa... Lisa... Lisa??”
“iya bu..!!” disaat aku menghampiri ibu, aku hanya terdiam..
“Lisa.. kenalin ini tetangga baru kita namanya ibu Dini ,itu loh teman kuliah ibu yang selalu ibu ceritain, oh iya kenalin juga ini anaknya ibu Dini namanya Rio, nanti kalian bisa pergi sekolahnya barengan.”
“o,,o..ohiya ibu” (aduhh.. jangan gugup dong,)
“Lis.. mending kamu pergi temenin Rio ke toko buku ,sekalian keliling kompleks.”
“o..oiya bu aku siap-siap dulu..” aku pun langsung pergi kekamar, dan langsung membuka lemari, memilih baju kesukaan aku soalnya ini seperti mimipi banget , aduh.. belum mandi lagi, mending pergi mandi dulu deh..
30 menit berlalu..
Aduh aku udah cantik gak yah.. hmm.. degdegkan nih.. yaampun mimpi apa sih aku semalam, hmm.. pliese jangan gugup huuuh (menghembuskan nafas panjang)
“ibu.. aku sudah siap?” (dengan wajah gugup)
“oh iya nak Rio, itu Lisanya udah siap,?”
“oh iya tante, yuk Lis.. kita pergi?”
“i .. iya.., tante, ibu aku pergi duluyah??”
Aku pun pergi bersama Rio dengan mengelilingi kompleks saat diperjalanan Rio hanya terdiam, padahal aku harap dia bilang apa kek, bahas apa gitu.. humm.. gak terasa udah sampai di Toko buku , tetap aja diam.. hah curiga ini anak salah makan issh.. hemat kata banget sih.. gak asik. Tiba – tiba ada seorang cewek yang menghampiri Rio dan itu seperti kekasihnya.
“eh, kita itu sudah putus jadi jangan ganggu aku lagi..ok !”(kata Rio)
“Rio..Rio”(Perempuan itu terus memanggil nama Rio dan mengikuti kita berdua, Rio kemudian menarik tangan ku, dan berjalan terus dengan cepat, namun Rio tiba-tiba berhenti dan berkata kepada perempuan itu)
“eh..kamu gak lihat apa, kalau aku sudah punya pacar??” (aku hanya terdiam, antara kaget dan senang.. ahmm.. makin gugup deh..)
Perempuan itu pun pergi meninggalkan Rio.. setelah itu Rio hanya mengajakku untuk kembali pulang kerumah, yaampun.. nyebelin banget sih.. , tapi aku salah sangka ternyata sebelum pulang kerumah Rio mengajakku untuk duduk dan berbincang di sebuah taman kompleks yang memang cukup indah.. aduh.. kalau dilihat dari samping aja sudah buat meleleh, apalagi kalau ditatap dari depan waahh..
“Lis.. kenapa tatap seperti itu.?”(kata Rio)
“Ah, nggak..”(adduh jadi malu..hehe)
“hmm.. Lis?”
“ia.. ada apa?”
“mm.. kamu percaya jatuh cinta pandangan pertama gak?”
“ia, emang kenapa?”
“soalnya aku lagi jatuh cinta?”
“sama siapa?”
“sama yang disebelah?”
“a..a.aku??”
“hem.. tuh pinter, yuk kita pulang sudah hampir malam nih?”
Aku hanya mengangguk, dan diperjalanan pulang aku masih memikirkan hal itu, apa Rio serius atau hanya bercanda doang?? Hem.. kali ini perasaan takut dan senang yang bercampur adukk, hah.. lama-lama beneran jadi ketoprak nih perasaan. Gak terasa akhirnya sampai juga dirumah, aku langsung masuk kekamar dan istirahat.

Keesokan harinya,
hari ini adalah hari dimana aku mengikuti ujian seleksi, aku pun berangkat bersama Rio, kali ini Rio tampak ramah dan tidak menyebalkan seperti waktu kemarin, dia lumayan banyak bicara dan asik bersamaku, aku hanya bingung dan bertanya didalam hati.. ini apa?? Apakah Rio benar suka sama aku atau cuman iseng tapi dia berubah 300 sama aku. Aduh bikin pusing aja..
“oh iya Lis, kamu mau aku panggil apa?” kata Rio.
“kan nama aku Lisa?”kata Lisa
“maksudnya kalau jadi pacar aku?”
“ah.. gak salah tuh??”
“hahaha... lupain aja”
Hem.. huh aku kaget banget dengarnya, kamu kenapa sih Rio.. aku bingung tindakan kamu yang kayak gini? Saat sampai disekolah Rio memegang tangan aku ,rasanya erat banget.. dan sampai di ruangan ujian pun ia melepasnya dan tersenyum lalu pergi, aduh.. siapa sih yang gak meleleh..
60 menit berlalu..
Ujian telah aku selesaikan dengan maksimal dan aku yakin dengan jawaban aku itu, oke saatnya untuk pulang, saat mau keluar dari pintu.. aku kaget aja ada Rio waduh.. lama-lama ini anak kayak setan aja.. tiba-tiba muncul bikin kaget , dan mulai lagi deh..dia pegang tangan aku dan disuruh supaya cepat jalan katanya kalau perlu lari.. aduh.. ribet banget sih.. trus Rio melepaskan tangan aku dan masuk disebuah toko..
“tunggu sebentar yah?”kata Rio.
“iya”.
Akhirnya Rio pun datang..
“nih.. bunga untuk kamu?”
“wah makasih.. kok tahu kalau aku suka bunga mawar putih?”
“apasih.. mungkin itu feeling”
“haha.. ia makasih ya”
Aku pun melanjutkan perjalanan pulang kerumah.. lagi-lagi Rio ngajak aku duduk ditaman itu.. mungkin Rio memang soulmate aku kali yah.. soalnya dia yang tanpa sengaja bayarin uang administrasi waktu itu dan tanpa sengaja juga ia jadi tetangga baru dan ternyata anak teman ibu,. Hmm.. tapi, kalau Rio memang suka sama aku kenapa sih gak tembak aku aja gitu?? Langsung ungkapinnya pastikan lebih lega, dan lebih nyaman gitu.. akhirnya Rio ngajak untuk pulang, dan ngajak juga buat ngdate sebentar malam, tapi aku menolak soalnya aku capek banget seharian dan gak mau rasanya diginiin terus sama Rio gak jelas tahu,hufft..
Hari demi hari berlalu dan aku mulai menjauhi Rio tetapi Rio tetap saja mengganggu dan mengikuti aku, untung saja setelah mendapatkan kelulusan disekolah itu Rio mengambil jurusan Bahasa dan aku jurusan IPA jadi.. hanya bisa ketemu pas lagi istirahat dan pulang.. dan suatu ketika Rio mulai mengetahui kalau aku menjauhinya, disaat perjalanan pulang Rio mengejarku dan aku berlari.. tiba-tiba aku tersandung batu dan terjatuh lalu karena hanya ada bangku taman terdekat Rio menggendongku dan membawaku dibangku taman, aku mulai tersadar jika tak seharusnya egois dan mementingkan perasaan aku sendiri dengan cowok yang perhatian dan baik seperti Rio, setelah kaki aku mulai baikkan, Rio duduk disamping ku dan bertanya soal sikap aku belakangan ini, tapi aku hanya terdiam .
“Lis.. emangnya aku salah apa?? Apa mungkin kamu gak percaya sama aku?”
“nggak kok Rio aku cuman mau sendiri aja belakangan ini .”
“oh ia syukur deh, pliese aku butuh kamu , jangan seperti itu lagi, ?”
“hem,.. ia”
Aku pun pulang dan Rio menggendong aku, disini aku berada dipilihan yang sulit dengan kata Rio seperti itu seperti memberikan aku harapan yang besar, tapi yang aku butuh itu cuman waktu yang meski sebentar tapi kamu mengucapkan I Love You dan aku ingin menjawab I love You Too, tapi aku gak tahu itu kapan.
Dari saat itu aku kembali akrab dengan Rio, mungkin jika kalian bisa melihatnya saat kami berjalan berdua sudah seperti sepasang kekasih, tapi kenyataannya itu nggak, ini bagi aku gak jelas banget.. tapi aku menjalani semua ini atas kata Rio kalau dia butuh aku, dan jatuh cinta sama aku?, Hingga 5 bulan berlalu, Rio masih tetap sama  , masih tetap belum mengatakan apapun soal perasaan apalagi kata pacaran gak pernah nyinggung, tapi disaat aku mulai sadar Rio selalu membuat aku percaya, hem..
saat makan siang bersama, Rio tampak berbeda, dan ingin mengakatan sesuatu,.
“mm.. Lisa?”
“ia kenapa Rio?”
“kamu cinta kan sama aku?”
“ia trus?”( aku harap kali ini dia ungkapin cinta deh.. gak apa kok gak romantis yang jelas jangan kayak gini terus dong..)
“begini..”
“ia..???apa”
Krriiiiiinnggggggg!!!!!!!!!!.......
“nanti aja ,sudah bel masuk,ayo kekelas??”
“oh iya deh..”( hem.. penasaran Rio mau ngomong apa yah?)
Saat pelajaran berlangsung.. aku memperhatikan Rio dari dalam kelas karena kebetulan kelas aku berhadapan dengan Lap Bahasa, tak hanya sekali ia meminta izin untuk mengangkat telepon yang entah itu dari siapa?.. aku pun meminta izin untuk ke toilet dan menghampiri Rio ,
“husst..hustt Rio??”(cara aku memanggil Rio dengan nada membisik)
“eh Lisa kok kamu ada disini gak belajar Lis?”kata Rio
“ah nggak,aku cuman izin ke toilet, mm.. aku perhatiin dari kelas kamu kok sibuk angkat telepon dari siapa?”
“ah, dari mama kok..?”
“oh emang ada apa, penting banget yah?”
“iya.. soalnya..”
“kenapa??”
“Lis.. kamu benar sayang dan cinta aku kan?”
“ia Rio.. trus tadi kenapa?”
“nanti sore kita ketemu di taman aja oke?”
“hmm... ia deh..”
Setelah itu, tak lama aku pun pulang dan sesampai dirumah, ibu tampak sibuk mengkemasi barang bawaan berupa souvenir ,
“ibu.. itu buat siapa?”
“ini buat ibu Dini, sebentar dia mau pindah ke Singapore soalnya suaminya pak Rendra ada tugas menjalankan proyek barunya disana.?”
“jadi Rio ikut juga?”
“ia kan Rio anaknya..”
Setelah mengetahui hal itu aku pun langsung ke kamar dan menangis, hanya perasaan bingung harus bagaimna dan  seperti apa yang aku  punya saat ini, rasanya semua bayangan Rio yang pernah ia lakukan untuk aku, bahkan perkataannya terasa terus menerus terdengung di telingaku.. dan terdengar suara mobil yang melaju ketika telah terhenti didepan rumah, aku melihat dari jendela yang ternyata perkiraan aku tepat, Rio sudah pergi dan aku tidak menepati janji untuk menemuinya ditaman, dia pasti kecewa.. ibu kemudian menyapa ku dikamar dengan keadaan sedih, ibu hanya menyuruhku untuk bersabar , setelah itu aku pun berhenti menangis dan berlari menuju bandara, aku rasa masih ada kesempatan meski kemungkinan kecil aku bisa bertemu Rio untuk terakhir kalinya, dan akhirnya aku pun sampai dibandara aku melihat Rio dan aku pun bertemu dengannya..
“Lisa..”(sambil memelukku)
“Rio, maafin aku yah.. gak nepatin janji aku?”
“ia gak apa, ini salah aku juga gak berani bilang kalau aku mau pindah ke singapore?”
“hem..”
“Lisa, aku sayang sama kamu, kamu percayakan sama aku?”
“ia aku percaya?” (aduh.. Rio kenapa sih saat yang kepepet begini aja kenapa gak langsung ungkapin  dong!!!)
Rio pun pergi dengan memelukku untuk terakhir kalinya, dan aku pun pulang.. diperjalanan pulang aku melewati taman itu namun aku kembali dan singgah untuk duduk di taman itu aku membayangkan saat pertama Rio mengajak aku datang ketempat ini, hem.. setelah itu aku pun kembali berjalan menuju rumah, saat ingin memasuki gerbang pagar rumah, aku menatap rumah Rio dan seakan diseberang sana ada sosok Rio yang tersenyum kepadaku.. aku pun masuk dan beristirahat.
Pagi hari aku terbangun, dan bergegas untuk kesekolah, kini aku hanya sendiri tak ada lagi Rio yang selalu menarik tangan aku sambil berlari, tak ada lagi Rio yang membelikan aku sekuntum bunga mawar putih, tak ada lagi Rio yang  menemani aku disaat pergi maupun pulang sekolah, rasanya sepi banget.
Hari demi hari aku selalu menunggu Rio untuk pulang keJakarta tapi Rio gak pernah ada kabar, di telepon nomornya gak aktif mulu.. aku terlanjur sayang dan menaruh harapan besar kepada Rio, aku bingung sekarang sudah 1 Tahun berlalu tetapi seperti ini. Hingga suatu hari kedatangan ibu Dini mengagetkan ku.
“eh Lisa , apa kabar ??”
“Baik tante,tante.. Rio mana??”(dengan kagetnya)
“mm,, gak ikut soalnya lagi sibuk dengan tugas sekolah disana?”
“oh gitu, tante ada perlu apa sampai kesini?”
“ini mau undang ibu kamu, sama kamu juga ke acara pertunangan?”
“siapa yang tunangan tante?”
“Rio, kan cuman Rio anak ibu?”
“hah Rio!!”(astaga.. aku gak percaya,. Aku benar benar gak percaya, tapi kan Rio sudah janji, trus bagaimana dengan aku, selama ini aku tunggu Rio buat apa?)
“Jadi, kamu harus bisa datang yah di acara tante ini, jangan lupa tanya ibu kamu ok. Tante duluan yah?”
Aku hanya terbungkam melihat undangan pertunangan ini, 1 tahun aku menunggu ternyata cuman PHP, selama ini aku sudah menaruh harapan besar sama Rio, tanpa aku sadari disana mungkin Rio sudah melupakan aku, betapa bodohnya aku.. seharusnya dari awal aku mempertanyakan hal ini kepada Rio agar dia menetapkan keputusan tapi sekarang sudah terlambat , sekarang hanya ada teriakan yang terdengung ditelingaku “LISA SELAMA INI KAMU ITU CUMA DIPHP” hem.. setelah aku sadar kalau waktu lama itu Cuma waktu untuk 3 huruf tepatnya PHP, sekarang aku baru tahu lagi dari ibu ternyata.. sebelum Rio kenal aku ia memang sudah dijodohkan sama tunangannya itu dan waktu di toko buku itu ternyata perempuan itu adalah tunangan Rio saat itu Rio hanya tak ingin ketahuan kalau dia sudah mempunyai tunangan berarti Rio hanya mempermainkan perasaan aku selama ini. Rasa nya di PHP itu lebih sakit dari putus, mau tau kenapa? Sebab, PHP itu kita menjalaninya gak ada tujuan dan akhirnya juga tak termiliki, sedangkan putus itu kita sudah memiliki dia, makanya dari saat ini aku akan lebih berhati-hati untuk menaruh harapan kepada seseorang jangan sampai dia memberi aku harapan yang sangat besar tapi seperti Rio si Pemberi Harapan Palsu.

*Tamat*
by_Lomba cerpen DL:11 Juli 2013 (PenaMetaKata)

Minggu, 21 April 2013

“surat balasan untuk Ramu”


Kisha, yang selalu merindukanmu

Ramu, maafkan aku yang mungkin barumembalas segudang surat kerinduan yang selama ini kau kirimkan untukku, akusangat berterima kasih kepadamu karena tak kusangka ada seorang pria yangsangat mengangumi kehidupanku, tapi itu tak seperti yang ada dipikiranmu ,semuaorang bisa saja tertawa melepaskan kebahagiaannya, begitu pula aku.. Ramu,Tahukah kamu bagiku hidupmu lebih bahagia dengan kesederhanaan dan kecukupanyang kamu miliki.

Ramu, seandainya kita dapat bertemu..aku ingin memberitahu langsung kepadamu jika kamu tak pantas mengangumi aku dankeluargaku, karena aku adalah seorang kisha, juga hanya manusia biasa yang takselalu bahagia dan tersenyum, tak selalu beruntung dan ceria, aku juga merasakanpedih dan duka didunia ini,
Ini surat balasan untukmu temankecilku, aku juga punya rahasia yang tak pernah kamu ketahui , sejak akukehilangan dirimu, dan tak tahu tentang kabarmu, aku tahu yang namanya rasasedih dan kehilangan, tak seringkali kubuka memory dipikran untuk mengingatmasa kecil yang indah bersamamu, aku sangat merindukan dirimu yang selalu manjaterhadap ibuku.. aku merindukan sosok Ramu yang selalu memakan roti dan minumanmanis dengan rakus yang disuguhkan ibuku.. aku sangat merindukan saat kamumengajakku untuk mengganggu rumah semut merah dihalaman rumah, aku merindukanmudisaat melihatmu merasa geli saat bermain permainan perempuan bersamaku, akubenar merindukan semua tentangmu meski aku telah mempunyai dua buah hati yang sangatmengingatkanku dengan masa kecil kita,.

Ramu.. ada sesuatu hal yang sangatingin kusampaikan,

Ibu peri cantik yang kamu kagumi ituatau tak lain ibuku sendiri, telah meninggal dunia setelah beberapa waktulamanya dari perceraian ayahku, ibuku sering sakit dengan seiring usianya yangtak muda lagi., saat itu aku berusia 25 tahun, aku sangat prihatin dengankeadaan ibu aku sendiri. Terkadang aku meneteskan air mata saat membacasurat-surat yang kau kirim bahwa kamu ingin mengucap salam kepada ibuku periyang cantik, disaat kepergian ibu aku selalu mengingat perkataan yang seringkau lontarkan ditelingaku saat kita bermain dulu, kalau aku adalah anak yangberuntung, tapi aku hanya merasa sedih jika itu tak seperti kenyataan, kishayang kamu oleh kenal sekarang hanya seorang anak yang hancur oleh kehidupan,aku sekarang seorang diri hanya tangisan dihati mengingat kebahagiaan dimasakecilku bersamamu, .

Ramu..

Andai kau tahu sejak kecil aku begitukesepian hingga kau datang dalam hidupku,tapi rasanya itu waktu yang singkat..kini aku tahu keadilan yang sesungguhnya hanya dua hal apakah kebahagiaan laluberakhir kepedihan ataukah kepedihan lalu berakhir kebahagiaan , aku pikir akuyang pertama dimasa kecil aku bahagia karena ada mengenalmu namun seiring waktuberlalu dan memisahkan kita aku mulai merasa sedih dan kehilangan ditambah lagiibu aku yang bercerai dan meninggalkan aku.. Sungguh seperti roda yang berputardan aku yang berada dibawah diselimuti kesedihan berkepanjangan, senyum begituenggan jika kupaksa akan meluap terisak ,tertekuk dalam kepedihan hati..

Hingga aku bertemu seorang pria yangseperti dirimu, aku berkenalan dengannya dan aku merasa nyaman terhadapnyasingkat waktu aku mulai menata harapan hidup kepadanya meski saat itu aku jugamasih merindukanmu.. mungkin dia adalah malaikat yang dikirim oleh ibu sebagaipendamping hidupku, aku pun menikah dengannya kami saling mencintai dan kiniaku dikaruniai 2 orang anak yang akan mengisi waktu dimasa tuaku kini yangberanjank 45 tahun,.

Ramu.. jika kupandang anak-anak ku kankuingat masa kecil kita,

Jika kamu tahu, dulu aku juga pernahmenaruh perasaaan yang sangat membebani hati aku, namun aku merasa hina jikaharus bersama orang yang sangat mulia, aku tak pantas untuk orang sebaik kamuRamu. Tapi apakah kamu tahu disalah satu impianku??, aku selalu mengimpikanjika suatu saat kita dapat menjalani hidup bersama dan anak kita tertawamelihat wajah keriput tua kita namun bukan mengolok-olok kita tapi denganberbakti layaknya kita sewaktu kecil, aku ingin kamu melihat aku menjadiseorang ibu yang selalu menyayangi anakmu, mengajarkan nya hingga ia menjadianak yang baik sepertimu.

Ramu.. tapi itu hanya sekedar impi yangtak pernah terwujud..

Dan aku merasa semua telah terlambat,usia ku yang telah dipenghujung waktu dan jalan sudah tak pantas mengatakancinta padamu, dan mungkin hanya anak-anak kita yang dapat meneruskan impianitu.. Ramu, tak lama dari pernikahanku suamiku terserang penyakit jantung, dania meninggal dunia.. perasaan dan keadaan ini membuatku selalu berpikir mengapaharus orang baik yang kau ambil Tuhan, saat itu aku berpikir jika Tuhan takadil padaku.. aku sangat depresi dan selalu merenung , tapi suatu malam wajahanak –anak ku yang tertidur lelap menyadarkan ku jika aku mempunyai mereka..aku memiliki harta berharga dan kebahagiaan berlimpah.. aku pun berdoa danmeminta ampun kepada Tuhan , ya Tuhan ampunilah hambamu yang tak pernahbersyukur, aku ternyata salah menilai keadaan sesungguhnya bukan suamiku lahyang menjadi malaikat tapi anak-anakku lah yang menjadi malaikat hidupku, dansuamiku adalah anugrah terindah dari Tuhan..,

Akupun membeasarkan anak-anakku seorangdiri, aku menyekolahkannya, sampai mereka mencapai kesuksesan.. jika ada waktuaku sangat ingin memperkenalkannya denganmu.. tapi dengan keadaan aku juga yangsemakin tua dan sakit-sakitan rasanya aku tak mampu menempuh perjalanan jauh,kini aku lemah tak berdaya tak dapat riang dan ceria lagi sewaktu kecilbagaikan pohon yang kuat namun kering termakan musim dan tumbang. .

Ramu ,. Aku kisha yang merindukanmu,

Kamu salah atas kata jika aku melupakansosok Ramu yang selalu ada untuk bermain denganku semasa kecil, bahkan dirimukadang membuat ku tersiksa atas kerinduan yang sangat besar terhadapmu tapikarena permasalahan hidup yang kualami aku tak bisa bertemu denganmu,.

Ramu.. jika waktu mempertemukan kita aku ingin memelukmu walau itu untuk yangterakhir kalinya , aku hanya ingin melakukan sebagian kecil untuk melepaskankerinduan bahkan jika harus melihatmu dari jauh atau mendengar suaramu aku maudan rela..

Maafkan aku Ramu, jika aku mempunyaisalah atau pernah menjadi beban hidupmu, maafkan jika baru aku membalas suratyang kamu selalu kirim untukku, sekarang kamu harus benar tersenyum melihattulisan aku yang berantakan ini , mungkin ini terlalu sulit untukku tapi akuakan menyelesaikannya , aku tak pernah tahu berapa lama aku menulis balasanuntukmu, tapi aku harap kamu dapat membacanya..

Ramu.. usia aku tak lama lagi., sebisaaku ingat tentang dirimu sebenarnya inilah aku kisha yang terserang penyakitTumor Otak .. sekarang aku seperti orang yang sangat bodoh.. makanya aku sangatsulit membuat balasan surat untukmu karena butuh waktu berminggu-minggu bahkanberbulan-bulan untuk membuat suatu kalimat ..aku terserang penyakit ini saataku beranjak dewasa ,.

Dan sekarang aku dirawat dirumah sakit entah aku kembalikemasa TK yang mempelajari untuk menghitung hari dan detik terakhir hidupku..yang aku dapat rasakan kini hanyalah hembusan angin dari jendela dan pemandanganlangit-langit ruangan dan peralatan medis. Selagi aku masih mengingat sedikitdemi sedikit tentangmu,, aku tak pernah lupa jika kamu adalah sosok  Ramu yang kucintai dan juga kurindukan..

Ramu.. hanya sedikit kata yang mampukurangkai, tapi inilah hidup aku yang menyedihkan..
Dan tak selamanya kehidupan itu bahagiasampai akhir hayat bahkan itu dapat berubah sesuai roda kehidupan, kini akuterbaring lemah dan hanya menunggu malaikat maut datang menjemputku.

Ramumungkin jika aku tak sempat berada disisimu tapi yakinlah aku akan menjadimalaikat yang selalu menjaga tidurmu dan selalu ada disampingmu, agar kau tahuaku ingin kau selalu bahagia di dunia ini.

Yang, Mencintaimu.



Kisha

Selasa, 14 Agustus 2012

"Love Story"

“Air Mata Terakhir Nayla”
(kutipan akhir cerita)

Bagiku kau yang terindah keindahan hati yang kau miliki bagaikan mewarnai dunia yang kelam ini.
Perbedaan tak pernah memandang dan memisahkan siapa pun karena perbedaan berhak menyatukan kisah kasih kau dan aku.
Jika tak ada badai yang menghadang ku tak akan berjuang untuk bersma mu,karena kau ku berubah dan mengetahui semuanya..

Air mata kesedihan kini kan menetes sebagai air mata haru kebahagiaan karena keindahan dan ketulusan hati yang kau miliki..

Kisah Nayla dengan rasa syang yang begitu besar kepada kakaknya Nayfa..

By:Dyah

Seorang gadis yang sedang duduk sendirian disebuah taman dekat pantai (yah.. tempat itu tempat angel dan marcel pertama kali bertemu, di kisah sebelumnya),gadis itu berusia 18 th, ia bernama Nayla.
Ia duduk termenung, entah mengapa ia tiba-tiba menangis seperti kehilangan seseorang yang ia sayangi, saat ia menangis ...

“nih ambil,lho hpus air mata lho”seorang lelaki yang seumuran dengannya menawarkan sapu tangan kepada nayla.
“makasih.mm..btw siapa yah, apa kita prnah knal sbelumnya?”tanya nayla 
“mm..nggak sih,cuman gw prihatin ajah ma lho, masa’ cwek secantik lho, nangis sndirian ditamn sih”.
“hehe..”kata nayla ,nayla pun berhenti menangis.
“btw,klo gw bleh tau.,knpa lho nangis?”
“cerita nya pnjang..oh yah.. kenalin nama gw Nayla?”
“oh iya..smpe lupa, nama gw Rahel.nah sekarang cerita donk”kata Rahel
“ok,.”

“sebenarnya gw itu punya kembaran namanya, Nayfa.”
“oh.. lho punya kmbran psti secantik, dan seramah lho deh. Iya kan” kata Rahel
“ah..lho tuh main mutus-mutus ajah, sottoi lho Rahel”ledek Nayla.”
“iya deh sorry,ok lanjutin sist”
“Nayfa itu, ngelanjutin sekolahnya di Amerika ,karena ngikut sma ayah gw. Selama dia disana kami selalu berbagi cerita lewat e-mail,facebook,BBM,
Atau telfonan,.disana ia mmpunyai kekasih juga ,dua tahun berlalu ia sekolah disana, dan rencananya ia mau ngelanjutin kuliah bareng gw ajah di Indonesia, nah libur pnjang waktu itu ia mau balik ke Indonesia, saat itu Ayah pulang duluan karena ada proyek yang harus diselesaikan di Indonesia,beberapa minggu kemudian Nayfa BBM gw, klo dia dah mau balik,waktu itu gw OTW ke bandara, tiba-tiba ia BBM gw lg, Nayla maafin gw yah klo gw prnah slah ma lho, klo gw suatu saat nanti dah gak ada ,lho harus terusin impian gw, impian gw cman ngucapin kata maaf sma kekasih gw namanya,Rahsya elbert ,gw syang lho Nay. 
Sampai dibandara ,tiba-tiba ada pengumuman klo pesawat yang ditumpangi Nayfa itu kecelakaan,dan Nayfa termasuk korban yang tewas. Wktu itu gw hanya bisa nangis dan menangis,smpai sekarang ditaman ini,msih trbyang kejadian saat itu.”

“trus, bagaimana dengan kekasih Nayfa?”kata Rahel
“hmm..gw akan terus cari dia.gw juga sllu berdoa sma tuhan agar dprtemukan dgn dia.”
“ouwh.. gitu yah,.eh bleh pinjam handphone lho gak?”
“oh iyah bleh nih.”
“nih.pin BB gw yah hheh.. bye gw cabut dulu yah”
“ih, nyebelin ditinggal lagi.. pulang juga ah..dah gak asiik nangis disini.heheh”

Hari itu pun berlalu,sekarang Nayla tinggal dirumah neneknya karena ayahnya
sudah meninggal karena serangan jantung, 
pagi itu Nayla sedang menyiram tanaman di taman depan rumahnya sambil memakai headphone.

“aduh, klo nyiram liat-liat donk ?”gertak cwok disamping rumahnya yang gak sengaja disiram sma Nayla.
“iya,iya, maaf”

Saat Nayla berbalik arah, ia melihat cwok yang ia siram itu dan ternyta cwok itu adalah Rahel.

“Rahel,lho..”kata Nay, kaget
“Nayla, kita sampingan rumahya..klo gini gw sering-sering ktemu nih heheh”cnda rahel
“lho bisa ajah, skali lgi sorry yah,?”
“iya gak apa-apa kok, sini gw bantuin?”tawar Rahel smbil meloncati tembok rumah Nayla.

“gak usah,gak usah ngerepotin tau”tolak Nayla
“gak apa-apa kale..”

Saat itu mereka rebutan selang air,dan Nayla hmpir terjatuh,kemudian Rahel mencegah Nayla,hingga mereka sling menatap (hemm.. -_-“ sinetron,biasa).

“lho gak apa-apa kan, Nay?”tanya Rahel 
“iya gak apa-apa kok, cuman keseleo dikit kok?”
“lho sih coba tdi, kasih gw kn gak kyak gini?”kata Rahel
“lho kok ,lho yang nyolot sharusnya kan gw, .”
“hem.. iya maafin gw yah.gara-gara gw lho jdi kyak gini deh.”
“udah lupain ajah, mending sekarang lho pulang, “kata Nayla

Rahel pun pulang,malam hari seperti biasa Nayla menulis dibuku diary nya,
“Kak Nayfa ,maafin Nayla yah..smpe sekarang Nay belum ktemu ma kekasih kakak itu...
Nayla pun menutup buku diarynya dan tidur..

Hari itu, gw nganterin nenek gw kerumah sakit, untuk control . dan gak sengaja gw ktemu lagi sma Rahel.
“hey..”sapa Nay
“eh.Nayla ngapain?”
“nganterin nenek gw,klo lho?”tanya Nay
“lg terapi,mau ikut gak.?”
“bleh, bleh nenek gw masih lama juga kok..mm.. law bleh tau kmu skit apa sih?”
“dulu kata nyokap gw,sebulan yang lalu gw kecelakaan saat menuju kerumah dari bandara,dan gw kena amnesia..”
“owh gitu ..jdi lho gak tau masa lalu lho donk?”tanya Nay,
“yang baru gw ingat itu keluarga dkat gw?”
“klo kekasih lho gimana?”tnya Nay,
“apa kekasih?aduh..kepala gw,aduh?”
“lho knpa ,rahel tenang, udah lupain ajah yah prtnyaan gw,”
“iyah, ini bukan prtma kali juga kok setiap gw mau ingat siapa kksih gw, kpala gw selalu skit, entah knpa?”kata Rahel smbil kesakitan
“sekarang lho masuk aja,dokter psti dah tungguin lho tuh,gw ke nenek gw dulu yah?bye..”

Sepulang dari rumah sakit Nayla dan neneknya berziarah kekuburan kakaknya Nayfa,.disaat itu Nayla memanjatkan doa,kemudian Nayla menaburkan bunga smbil meneteskan airmata, .

Mereka pu pulang..
“Nay,ketaman yuk!”ajak Rahel 
“yaudah,yuk..”
“lho kenapa suntuk bnget muka lho..”
“ih, lho gak bisa bedain yah yang mana gw lagi bete yang mana gw lagi sedih”kata Nay,
“idih.. cantik sih cantik tapi galak juga yah...kpan sih lho kalem lemah lembut?”
Ledek Rahel.

Nayla menangis,.
“gw memang gak bisa sprti kakak gw Nayfa yg baik,kalem lemah lmbut sprti yg lho bilang, tpi smua itu gw lakuin cmn nutupin klo hati gw sedih, gw cman ingin tegar tpi gak prnah bisa,.huaa...:’(“
“Nayla,bgi gw lho itu hebat,dalam keadaan seperti ini,lho mencoba kluar dr lautan kesedihan lho itu.”
“eh lebay lho Rahel,.”dan Nay, prgi bgitu sja..
“Nay,lho mau kmna?”
“mau ktemu ma kak Nayfa?”teriak Nay,
“hah.. gaawat..pasti dia mau bunuh diri, gw ikutin aja dah”

Ternyata..
“kak,maafin gw kak, smpe skrg gw gak bisa tegar seprti kakk yng idamkan,gw memang payah,lemah dan tak pntas jdi adk kakak.”
“lho gak bleh bilang kyak gitu Nay,?”sapa rahel
“Rahel,lho ngikutin gw yah”
“iya emang knpa..?”smbil membca nama asli kakak Nayla.
(Nayfa Laniya Kartika)

“yah gak sopan ajah Rahel, kan gw gak kget, lho jg klo bilang mau ikut kan gak apa-apa?”
“aduh,.kpala gw ?”
“lho knpa?”tanya Nay,
“gak.sprtinya gw knal sma,Nayfa”
“emang dia sypa lho?”
“udah ,aduh gak nahan lgi..”
“yaudah kita pulang ajah..”

Smpai dirumahnya,
“hem.. Nay sorry yah ngerepotin?”
“gak apa-apa kok?”

Setiap hari mereka selalu bersama, setiap minggu Nayla mengantar Rahel kerumah sakit untuk terapi.. hingga ingatannya mulai membaik..
Akhirnya mereka menjalin hubungan,mereka sangat bahagia..
Hingga,prmntaan Nayfa mereka lupa..

“Nay,?”sapa Rahel
“iya knpa?”
“bgaimna dngan kkasih kakak lho?”
“oh iya astaga.. gw hmpir lupa,malah dah lupa?”kata Nay,
“oh iya Nay, dah malam..kita pulang yuk ntar kmu sakit lgi?”

“iya,iya..”

Mereka pun pulang, sesampai dirumah Rahel tiba-tiba disambut dengan Ayahnya dari Amerika, kata ayahnya ia hanya pulang ke Indonesia menjemput putranya Rahsya ,karena liburannya sudah hbis..

“Ayah..kok gak ngabarin sih,oh iyah ayah tdi panggil aq siapa?”
“Rahsya,?”kata ayah Rahel
“emang nama aq sbenarnya siapa ,Ayah?”
“nama asli kmu itu Rahsya Elbert,?”kata Ayah Rahel,
“hah.. ?”Rahel kaget
“kenapa,?nah sekarang mending kmu prgi beres-beres trus bsok pagi kita brangakt”.
“baik yah.”

Saat Rahel dikamarnya, ia termenung dan mulai mengingat – ingat lagi, dan..
Aaaah...aaaa....sakit..
“aku harus kuat...aduhh..sakittttt.....”teriak Rahel
“Nayfa,....aduhh..sakit...Nayfa...Nayfa”
“sekarang gw dah tau, ternyta kekasih gw itu Nayfa kmbrannya Nayla,gw hrus ktemu Nayla..skrg”

BBM Nay,
“Nay,gw mau ktemu lho skrg pnting,”
“okey,”blas Nay,

Ditaman..
“apa yang lho mau omongin Rahel?”tanya Nay,
“pliese pertama lho jangan kget atau mrah ma gw, ini berwal rasa yg gw rasain sma lho, prtma ktemu lho disini, gw ngerasa klo kita prnah brtemu..dr saat itu 

gw nyman saat brsma lho, dan gw pikir gw suka ma lho,gw rsa gw sangat syang ma lho.. dan tadi ayah gw dtang dr Amerika mau jmput gw, krna masa liburan gw dah hbis,gw harus kuliah..,saat ayah gw dtang ia manggil gw Rahsya yng trnyta nma asli gw Rahsya elbert yang nama singkt gw smpe skrg dipanggil Rahel..gw dah tau dan dah ingat kekasih gw itu adalah kakak lho Nayfa”. 
“what..”Nay, kaget

“lho jgan slah pham yah, lho jgan prnah mikir.. klo..”
“stop.stop..udah..berhenti..gw ngerti kok skrg cinta dan syang lho cman untuk kak Nayfa,bkan untuk gw..gw aja yg ke gr an..thks yah bye”

“Nayla..jgn prg dulu..nay hear me pliese.”
“I dont care now”jelas Nay,

Nayla pulang dan menangis namun menyesali juga perbuatannya yang tdk mau mendengarkan Rahel, padahl kan ia sdh brtemu dgn kksh Nayfa,ia lebih mmntingkan ego nya sendiri, tapi pntas juga tuk dimaklumi karena ia terbawa amarah dan ksedihannya.

Rahel pun berangkat ke Bandara..

Sebelumnya Rahel menitip surat kepada ibunya yang masih tinggal diIndonesia,untuk Nayla. 

BBM Nay,
“Nay, maafin gw yah, gw prgi dulu,smpai jumpa nanti“

“Rahel...”kata Nay,
dengan meneteskan air mata Nay, mengambil tasnya lalu bergegas kebandara dan berlari..

Namun,Nayla terlambat..Rahel telah pergi..Nay pun pulang dengan airmata membasahi pipinya.

Saat memasuki pagar rumahnya,ibu Rahel memanggil Nayla,dan memberinya surat .
Kemudian Nayla membacanya,

Nayla,maafin gw yah..
gw memang prnah cinta sma kakak lho Nayfa, dan dulu memang gw sangat syang ma dia, tpi yg hrus lho tau Nay, dulu waktu gw di Amerika ma Nayfa sebelum berangkat ke Indonesia ataupun ssebelum kecelakaan itu terjadi ia menitip pesan “Rahsya,klo gw knpa-knpa gw cman mau pesan bahagiain adk gw Laniya,dan klo lho dah liburan nanti tunggu gw yah ditaman dkat rumah.
lho mengertikan ternyta saat gw ke Indonesia gw kecelakaan dan ngelupain semua itu,gw ngaku awal bertemu ma lho itu buka rasa suka buat lho tpi mungkin rasa dr Nayfa krna lho kembarannya yah.. kebawa deh..hemm..

pliese dont cry,,.
Tak ada yang suruh lho untuk smain diri lho dengan Nayfa..
Bhkan ku beruntung,ku diberi kehidupan lagi untuk mengenal orang yang lebih indah dari Nayfa,yang mengubah hidup gw..yaitu lho Nay,

Gw bahagia karena lho, gw bahagia karena lho gw bsa hidup dan tau sypa kksh gw bhkan diri gw sbenarnya..

Nay, suatu saat nanti kita kan bertemu lgi, dan psti kn bertemu lagi krna lho kan melanjutkan kisah cinta kakak lho Nayfa dan gw bisa lksanakan pesan terakhirnya buat bahagiain lho nay, bukan karena kakak lho juga tpi krna lho juga, krna lho adalah Nay yang terindah..

By:Rahsya Elbert

Setelah membaca isi surat tersebut Nayla,tersenyum dan menunggu Rahel untuk pulang di Indonesia..

5 tahun kemudian..
Akhirnya Rahel pun pulang kembali ke Indonesia,dan telah menyelesaikan kuliahnya dan juga telah mempunyai pekerjaan,

“Rahel..?”sapa Nayla
“Nayla..?”
Mereka pun berpelukan..setelah melepas rasa rindu.. 
“Rahel maafin Nayfa yah..?”kata Nayla
“iyah sbelum lho bilang gw dah maafin kok?”
“so..?”kata Nay,
“oh iya..Nayla maaf ini mendadak tapi gw mau klo hubungan ini kita bwa ke pelaminan?”
“what,gak slah nih?”kata gw kaget
“kan gw dah bilang disurat itu lho yg kn nerusin cintanya kakak lho nayfa?”
“iya sih..api kan gak scepat ini”
“tpi kmi sdah brjanji akan menikah setelah lulus kuliah dan gw dah dapat kerjaan,gimana?”
“hmm.. oke deh demi lho dan kakak gw?”

Mereka pun menikah..
Nayla bekerja sebagai manager disuatu Restaurant terkenal di Amerika, dan Rahel bekerja sebagai direktur disuatu perusahaan dan memiliki 5 cabang perusahaan dlam negeri dan 2 lainnya diluar negeri..

Diselah-selah kesibukan mereka ,suatu malam mereka dinner..
“Nay lho tau gak knpa gw pnggil lho Nay??
“gak mang knpa?”

“krna bgi gw, baik lho Nayla atau Nayfa kalian itu ttap Satu yaitu ttap Nay yang memiliki hati dengan ketulusan cinta dan kasih yang sma..yg membuat hidup gw selalu indah,.”

“terima kasih..,yah.,psti skrg kak Nayfa sngat bahagia”

Mereka pun pulang..kerumah,
Sebelum Nay tidur seperti biasa ia menulis kisahnya,.
Karena ini lembaran terkahr di buku diary gw ..
Kak sekarang kakak sudah bisa tenang disana dan menjadi Angel ,semuanya sudah terungkap walau penuh misteri tapi ku bhagia walau badai menghadang, kutetap menyayangi kakak hingga kakak tak bisa menghitung berapa besar rasa syang gw ke kakak,walau didunia ini tak ada yg abadi tpi rasa syang ini kan kujaga kekal abadi untuk mu Nayfa..dan ku berjanji tak akan bersedih lagi ,ku kan menetes kan air mata terakhir ku karena haru kebahagiaanmu...

**TAMAT**