!-- floating twitter Bird --> Dyah Chimin: "Silsilah Dr Wahidin " Part II

Minggu, 10 Juni 2012

"Silsilah Dr Wahidin " Part II


Wahidin Sudiro Husodo<br />Orang Batak Bergelar Sisingamangaraja X
Warta
Pahlawan Nasional DR Wahidin Sudiro Husodo cukup terkenal sebagai tokoh Pergerakan Nasional 20 Mei 1908 juga
dengan nama Budi Utomo, tapi orang banyak yang tidak tahu berasal dari mana asal usul beliau maupun tempat kelahira
nnya.M.Daniel Sri Muda 


Pahlawan Nasional DR Wahidin Sudiro Husodo cukup terkenal sebagai tokoh Pergerakan Nasional 20 Mei 1908 juga
dengan nama Budi Utomo, tapi orang banyak yang tidak tahu berasal dari mana asal usul beliau maupun tempat kelahira
nnya.

"Ternyata beliau adalah orang Batak bergelar Sisingamangaraja X Tahun 1817," kata M Daniel Sri Muda, SH, salah
seorang keluarga alur cicit dari pejuang bangsa Indonesia itu ketika berkunjung ke redaksi Waspada, Jumat (30/11).

M.Daniel yang kini berdomisili di Jalan Duyung No.10 Pondok Bambu 13430, Jakarta Timur, ini datang ke Waspada
 ditemani Zulkarnaen Brahmana, menuturkan  Wahidin Sudiro Husodo orang banyak tahu berasal dari tanah Jawa
karena penampilan serta namanya berbau nama Jawa, tapi nyatanya sangat berbeda dari kenyataan.

"Maka saya sebagai garis keturunan cicitnya yang ke-21 ingin meluruskan sejarah, sebenarnya beliau memakai nama
Wahidin Sudiro Husodo mempunyai arti sendiri bagi beliau memakai nama itu dalam perjalanan perjuangannya.

Dalam pengabdiannya menggusur penjajah Belanda, beliau tampil sebagai prajurit panglima perang, tampil sebagai
 tokoh ulama Islam. Dalam penyiaran Agama Islam, lanjutnya, Wahidin Sudiro Husodo pergi ke berbagai penjuru daerah
 yang dilalui untuk menghimpun tokoh-tokoh maupun suku-suku untuk melawan Belanda. Selain itu juga tampil sebagai
pendekar persilatan, tokoh raja dan tokoh politik dalam Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1908.

Wahidin Sudiro Husodo dilahirkan di daerah Portibi, Gunung Tua, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 15 April 1791.
 Panggilan kecilnya adalah Sukhat. Sedangkan nama besarnya dikenal dengan sebutan Sutan Kali Alom atau Sutan
Batara Guru Doli serta Haji Maruhum Kahar Hasibuan.

Sebagai pejuang bangsa, Wahidin Sudiro Husodo memang memiliki banyak nama dalam perjuangan mengusir
 penjajah Belanda. Meski bermarga Hasibuan namun Wahidin tidak suka memakai marga di dalam berjuang,
karena perjuangannya bersifat nasional. Ayah Wahidin bernama Sutan Manohan Dibata Oloan
atau Sutan Mangamar dan ibunya bernama Salbiah Siregar.

Seorang Raja Orangtuanya adalah seorang raja di daerah Portibi yang terkenal dengan nama Candi Portibi.
Masih kata M.Daniel Sri Muda, Wahidin Sudiro Husodo hanya mempunyai penerus garis keturunannya hanyalah
seorang putri tunggal dari pernikahannya dengan cicit Sunan Kalijaga bernama Siti Ambar, dan mempunyai garis
cucu lima orang, cicit 24 orang serta garis buyut lebih dari 75 orang.

Diakui M. Daniel, memang Wahidin Sudiro Husodo memiliki banyak istri sesuai Syariat Islam untuk mencari keturunan
laki-laki, tapi tidak pernah terwujud maka beliau mengangkat anak laki-laki bernama Soemantri bertempat tinggal di Desa
 Giri Jaya Cidahu Sukabumi dan telah wafat tahun 1004. Sedangkan putri tunggal beliau bernama Taksiah Boru
Hasibuan semasa remaja berumur 14 tahun anaknya dibesarkan di kampung halaman Wahidin Sudiro Husodo di
Tapanuli Selatan. Anaknya menikah dengan marga Harahap sekitar 1897.

Sekitar tahun 1910 Wahidin Sudiro Husodo menikah dengan Mak Iyok garis keturunan cucu Prabu Siliwangi tanpa ada
penerus keturunan, kemudian menikah lagi dengan putri dari garis keturunan Raja Banten bernama Ratu Syarifah dan
memiliki dua anak wanita tapi keduanya meninggal semasa kecil dan tidak ada penerus keturunan Wahidin Sudiro
 Husodo lagi dari Ratu Syarifah.

"Semua ini saya sampaikan untuk meluruskan sejarah tentang asal usul keturunan serta tempat beliau berjuang dengan
 memakai bermacam namanya," katanya seraya menambahkan keturunan cicit beliau di dalam mengabdi serta berjuang
 untuk Negara Republik Indonesia ini sejak tahun 1945 adalah Kol. (Purn) Bahari Efendi Siregar (alm), mantan Komandan
 Basis Jakarta Raya 1956, mantan Aspri, Jenderal M.Panggabean (alm) tahun 1968, Letnan Satu CPM (Purn) Abdul Murad
 Siregar (alm) dan Letda Alwisori Muda Siregar (alm).

Sedangkan M.Daniel Sri Muda adalah anak dari garis cucu beliau bernama Aminah Boru Harahap. Dan M. Daniel juga
aktif sebagai anggota Pejuang Siliwangi Indonesia, anggota Organisasi Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia,
serta Alumni Targati Bela Negara tahun 2003 Departemen Pertahanan RI, kata M.Daniel yang telah menerbitkan buku
Sekilas Kisah Biografi dan Perjuangan Pahlawan Nasional Doktor Wahidin Sudiro Husodo bergelar Sisingamangaraja
 X Pada Tahun 1817, Panglima Tuanku Rao pada Tahun 1821-1837, Mangkunegara IV Pada Tahun 1853-1881.

M.Daniel mengimbau, para ahli  buku sejarah dapat mengkaji lebih dalam lagi siapa sebenarnya Wahidin Sudiro Husodo
 sebagai Pahlawan Nasional dan juga sebagai bahan seminar untuk pelurusan sejarah bangsa Indonesia yang selama
ini penuh dengan silang pendapat umum demi kepentingan tertentu.

Menurut M Daniel, untuk pemimpin negara ke depan, Daniel mengimbau untuk merenung segala perjuangan yang
dilakukan pejuang terdahulu. Hendaknya apa yang dijanjikan kepada rakyat, harus diwujudkan.  "Jangan
mengatasnamakan rakyat, jika mereka terlupakan," demikian M.Daniel. (m25) (ags)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar